JAKARTA - Langkah konkret menuju operasional pusat perbelanjaan yang lebih ramah lingkungan kini diwujudkan di Bekasi.
HI Avenue resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap berkapasitas 1.015,04 kilowatt peak (kWp), menjadikannya salah satu mal dengan kapasitas PLTS atap terbesar di wilayah tersebut.
Implementasi ini bukan sekadar pemasangan panel surya, tetapi bagian dari strategi jangka panjang dalam mendukung transisi energi bersih di Indonesia.
Instalasi PLTS atap ini diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 1,3 juta kilowatt hour (kWh) listrik per tahun. Produksi energi bersih tersebut setara dengan penurunan emisi karbon dioksida (CO?) sekitar 1,2 juta kilogram per tahun.
Angka itu juga disetarakan dengan kemampuan penyerapan karbon oleh lebih dari 15.000 pohon, menggambarkan dampak lingkungan yang signifikan dari pemanfaatan energi surya.
Secara keseluruhan, terdapat 1.824 panel surya yang terpasang di area seluas kurang lebih 6.870 meter persegi. Berdasarkan estimasi, sistem ini mampu memproduksi sekitar 3.700 kWh listrik per hari dan berkontribusi sekitar 26% terhadap total kebutuhan listrik operasional HI Avenue.
Artinya, lebih dari seperempat kebutuhan energi mal kini dipasok dari sumber terbarukan.
Strategi Keberlanjutan Jangka Panjang Perusahaan
Direktur Utama PT Pro Alpine Utama Stepvensen mengatakan implementasi PLTS atap menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mengelola pusat perbelanjaan secara lebih berkelanjutan. Menurutnya, pemasangan PLTS atap menjadi pilihan mengingat keberlanjutan sebagai kebutuhan strategis.
“Implementasi PLTS atap ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kami dalam mengelola gedung perbelanjaan secara lebih bertanggung jawab, sekaligus mendukung upaya ketahanan energi nasional dan percepatan transisi energi bersih di Indonesia,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa transformasi energi di sektor properti komersial bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan yang selaras dengan agenda nasional.
Dengan memanfaatkan energi surya, perusahaan tidak hanya mengurangi ketergantungan pada energi konvensional, tetapi juga berkontribusi pada target penurunan emisi.
Kolaborasi dengan Xurya Daya Indonesia
Dalam proyek ini, HI Avenue menggandeng PT Xurya Daya Indonesia sebagai penyedia solusi energi surya. Xurya dikenal sebagai pionir skema sewa PLTS tanpa biaya awal (zero upfront cost) di Indonesia. Skema ini memungkinkan pelaku usaha memasang PLTS tanpa investasi awal yang besar, sehingga lebih mudah diakses oleh sektor komersial.
Selain itu, Xurya menghadirkan sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT) untuk memantau kinerja pembangkit secara real time. Teknologi ini memungkinkan pengelola gedung memantau produksi energi, performa panel, hingga efisiensi sistem secara berkelanjutan.
Vice President Operations Xurya Daya Indonesia, Philip Effendy, menyatakan bahwa sektor properti komersial memiliki potensi besar dalam mendukung transisi energi melalui pemanfaatan PLTS atap.
“Implementasi PLTS atap di HI Avenue menunjukkan bahwa energi surya dapat diterapkan secara praktis pada gedung perbelanjaan dan dimanfaatkan langsung untuk mendukung kebutuhan operasional sehari-hari. Dengan dukungan sistem monitoring real time, pemanfaatan energi surya dapat dipantau dan dioptimalkan secara berkelanjutan,” kata Philip.
Cara Kerja Sistem PLTS di HI Avenue
Sistem PLTS di HI Avenue terdiri atas modul fotovoltaik (PV) yang mengubah sinar matahari menjadi listrik arus searah (DC). Energi listrik DC tersebut kemudian dikonversi oleh solar inverter menjadi arus bolak-balik (AC) agar dapat digunakan untuk kebutuhan operasional mal.
Dengan mekanisme tersebut, energi surya yang dihasilkan dapat langsung dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas harian pusat perbelanjaan, mulai dari penerangan, pendingin ruangan, hingga fasilitas umum lainnya.
Sistem ini dirancang agar terintegrasi dengan instalasi listrik gedung yang sudah ada, sehingga operasional tetap berjalan optimal.
Produksi harian sekitar 3.700 kWh menunjukkan bahwa potensi energi matahari di wilayah Bekasi dapat dimanfaatkan secara maksimal. Pemanfaatan ini juga membantu menekan biaya energi dalam jangka panjang, sekaligus memperkuat citra gedung sebagai properti yang peduli lingkungan.
Zero Export System dan Stabilitas Jaringan
Selain modul PV dan inverter, sistem ini dilengkapi dengan Zero Export System. Teknologi tersebut memastikan energi surya dimanfaatkan sepenuhnya di dalam gedung dan tidak dialirkan kembali ke jaringan PT PLN (Persero). Dengan demikian, stabilitas jaringan listrik tetap terjaga.
Zero Export System menjadi solusi penting dalam integrasi PLTS atap dengan jaringan listrik nasional.
Energi yang diproduksi difokuskan untuk konsumsi internal, sehingga tidak menimbulkan gangguan pada sistem distribusi eksternal. Pendekatan ini juga memastikan pemanfaatan energi surya berjalan optimal sesuai kebutuhan operasional.
Implementasi PLTS atap di HI Avenue menjadi contoh nyata bagaimana sektor properti komersial dapat berkontribusi dalam mendukung transisi energi bersih.
Dengan kapasitas lebih dari 1 MWp, produksi energi tahunan mencapai 1,3 juta kWh, serta pengurangan emisi hingga 1,2 juta kilogram CO? per tahun, proyek ini menunjukkan dampak nyata penggunaan energi terbarukan.
Kolaborasi antara pengelola pusat perbelanjaan dan penyedia solusi energi surya menghadirkan model bisnis yang adaptif terhadap tantangan energi masa depan.
Melalui strategi keberlanjutan yang terintegrasi, pemanfaatan teknologi IoT, serta sistem pengamanan jaringan seperti Zero Export System, HI Avenue memperlihatkan bahwa transformasi energi dapat diterapkan secara konkret dan terukur di sektor komersial.