Pergerakan Harga Tukar Rupiah Tertekan Sentimen Global, Kurs Sentuh Rp16.848 per Dolar

Jumat, 13 Februari 2026 | 09:51:50 WIB
Pergerakan Rupiah Tertekan Sentimen Global, Kurs Sentuh Rp16.848 per Dolar

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada perdagangan Jumat pagi, dengan posisi terkini bergerak melemah di level Rp 16.848 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini, meski tipis, mencerminkan sentimen pasar yang masih berhati?hari terhadap kondisi ekonomi global dan pergerakan mata uang utama dunia, termasuk dolar AS.

Pergerakan Kurs Tukar dan Dampaknya

Pergerakan rupiah terhadap dolar AS pada Jumat pagi menunjukkan tren melemah, di tengah fluktuasi pasar dan preferensi investor terhadap aset berdenominasi dolar. Kurs rupiah yang menyentuh Rp 16.848 per dolar AS menunjukkan tekanan yang dirasakan pelaku pasar, terutama saat kondisi global masih penuh ketidakpastian.

Pelemahan tersebut terjadi meskipun hanya dalam persentase kecil jika dibandingkan dengan kurs sebelumnya — tetapi secara psikologis penurunan menuju level 16,800 ke atas dinilai menambah perhatian pelaku pasar akan pergerakan mata uang domestik. Faktor eksternal, terutama kekuatan dolar AS dan data ekonomi luar negeri, turut membayangi pergerakan ini.

Pengaruh Sentimen Global pada Rupiah

Pelemahan rupiah tidak terlepas dari kondisi pasar global, di mana dolar AS cenderung menguat terhadap banyak mata uang. Penguatan dolar seringkali membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, tertekan karena investor mencari aset yang dipandang lebih aman di tengah ketidakpastian pasar global.

Sentimen risk?off atau preferensi terhadap investasi yang lebih aman terus berpengaruh pada nilai tukar rupiah, di mana dolar AS masih menjadi pilihan utama. Kondisi ini mempersempit ruang bagi mata uang lain untuk menguat, termasuk rupiah di pasar keuangan Asia.

Respons Pelaku Pasar Domestik

Pelaku pasar di dalam negeri juga memperhatikan sentimen eksternal yang kuat. Selain kekuatan dolar, pelaku pasar memperhatikan kondisi ekonomi global, kebijakan bank sentral AS, dan data ekonomi penting yang dirilis secara berkala. Berbagai laporan menunjukkan bahwa meskipun ada data ekonomi yang berlatar belakang positif dari negara lain, ketidakpastian terkait kebijakan suku bunga dan respon pasar masih menjadi faktor utama.

Kondisi ini mengakibatkan pergerakan rupiah tertekan pada level yang tidak jauh berbeda dari hari?hari sebelumnya, meskipun dalam beberapa sesinya rupiah sempat menunjukkan pergerakan menguat terbatas sebelum akhirnya kembali melemah.

Prospek Pergerakan Rupiah Ke Depan

Beberapa analis pasar menilai rupiah masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam jangka pendek. Tekanan dari indeks dolar global serta ekspektasi keputusan suku bunga bank sentral AS dianggap sebagai salah satu variabel utama yang akan memengaruhi kurs rupiah. Selain itu, rilis data ekonomi Domestik dan global juga dinantikan oleh pelaku pasar sebagai penentu arah pergerakan nilai tukar ke depan.

Ketidakpastian global, seperti prospek pertumbuhan ekonomi AS dan kebijakan moneter The Fed, diperkirakan akan terus memainkan peranan penting dalam menentukan kekuatan atau pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Dalam konteks ini, pelaku pasar nasional dan internasional diperkirakan tetap berhati?hati dalam melakukan aset dan investasi yang sensitif terhadap fluktuasi mata uang.

Dinamika Sentimen Domestik dan Eksternal

Selain faktor global, dinamika dalam negeri juga ikut menciptakan tekanan terhadap rupiah. Walaupun data domestik menunjukkan beberapa indikator positif, pengaruh sentimen global dan arah investasi luar negeri tetap menjadi penentu dominan dalam pergerakan harga kurs di pasar valuta asing.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar perlu terus memantau perkembangan data ekonomi penting, baik dari Indonesia maupun AS, untuk memahami potensi perubahan arah rupiah. Hal ini terutama penting menjelang rilis data ekonomi besar dan keputusan bank sentral di negara mitra dagang utama Indonesia.

Kekhawatiran Tekanan Masih Menguat

Secara umum, pergerakan rupiah pada Jumat pagi berada pada fase tekanan dengan kurs di sekitar Rp 16.848 per dolar AS. Tren ini mencerminkan sentimen pasar global yang masih mendukung penguatan dolar AS sekaligus memberi ruang bagi mata uang dunia lain untuk berfluktuasi di level yang kurang menguntungkan.

Pelaku pasar di domestik harus terus mencermati sentimen internasional serta data ekonomi mendatang untuk mengantisipasi arah pergerakan nilai tukar rupiah yang kemungkinan masih bergerak dinamis dalam waktu dekat.

Terkini