JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan bahwa pada periode mudik Idul Fitri 2026, sekitar 143,8 juta orang akan melakukan perjalanan menuju kampung halaman di seluruh Indonesia, menurut pernyataan resmi yang disampaikan pada 12 Februari 2026. Angka ini menjadi dasar pemerintah dalam mempersiapkan skema angkutan dan pengendalian arus pergerakan masyarakat selama periode Lebaran.
Estimasi Jumlah Pemudik dan Tren Turunnya Proyeksi
Survei terbaru yang menjadi acuan Kemenhub menunjukkan proyeksi pemudik musim Lebaran tahun ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan survei tahun sebelumnya. Pada survei 2025, angka potensi pergerakan masyarakat mencapai sekitar 146 juta orang — sementara yang diperkirakan untuk 2026 adalah 143,8 juta. Angka ini memang turun sekitar 1,7 persen jika dibandingkan tahun lalu, namun pemerintah menilai proyeksi tersebut tidak serta-merta mencerminkan jumlah riil yang nantinya terjadi di lapangan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa walaupun terjadi penurunan sedikit dari angka survei sebelumnya, kewaspadaan pemerintah tetap tinggi dalam melakukan persiapan. Ia mengingatkan bahwa pada musim mudik sebelumnya realisasi jumlah masyarakat yang bergerak justru lebih tinggi dibanding survei awal.
Persiapan Moda Transportasi Untuk Arus Mudik
Mengantisipasi gelombang arus mudik Lebaran, Kemenhub telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana angkutan publik untuk melayani jutaan pemudik. Total moda transportasi yang diproyeksikan beroperasi antara lain meliputi:
31.345 unit bus untuk angkutan darat
829 kapal laut
2.683 rangkaian kereta api
392 pesawat udara
255 kapal penyeberangan
Beberapa unit angkutan tersebut telah melalui uji kelayakan (ramp check) untuk memastikan kondisi seluruh moda transportasi siap digunakan dan aman untuk perjalanan jarak jauh.
Menurut penjabaran Dudy, ramp check telah dilakukan pada puluhan ribu unit angkutan darat, ratusan kapal laut dan penyeberangan, serta sarana udara dan perkeretaapian. Pemeriksaan akan terus berjalan hingga mendekati puncak arus mudik, guna memastikan moda transportasi yang digunakan pemudik benar-benar layak jalan dan dapat diandalkan.
Kebijakan Pemerintah Demi Kelancaran dan Kenyamanan
Selain kesiapan sarana, pemerintah juga menyiapkan sejumlah kebijakan pendukung untuk memastikan mudik berlangsung lebih lancar dan nyaman bagi masyarakat. Kebijakan tersebut mencakup pemberian stimulus berupa diskon tiket transportasi, penyelenggaraan program mudik gratis, serta pengaturan operasional angkutan barang selama periode Lebaran melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian/lembaga.
Program mudik gratis bukan hanya diselenggarakan oleh Kemenhub, namun juga melibatkan berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penyelenggaraan layanan gratis ini mencakup moda bus, kereta api, dan kapal laut ke berbagai kota tujuan di Pulau Jawa dan Sumatera untuk memudahkan masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa dikenai biaya besar.
Sinergi Lintas Sektor dalam Penanganan Arus Mudik
Selain Kemenhub, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno juga menyoroti pentingnya sinergi antar kementerian dan lembaga dalam memastikan kelancaran arus mudik nasional. Menurut Pratikno, koordinasi antar instansi menjadi kunci utama agar semua aspek pendukung mudik — mulai dari lalu lintas hingga pelayanan publik — berjalan lancar, aman, nyaman, dan selamat.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan arus mudik tahun sebelumnya menunjukkan bahwa kolaborasi yang baik dapat menghasilkan pelayanan yang efektif, sehingga hal tersebut harus terus dipertahankan dan ditingkatkan pada musim mudik selanjutnya.