JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menunjuk Laksamana Madya TNI Edwin sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal). Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/159/II/2026 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia, ditandatangani pada 3 Februari 2026. Pengangkatan ini merupakan bagian dari kebijakan mutasi pejabat tinggi TNI di awal tahun.
Penerbangan, Laut, dan Karier Militer Laksdya TNI Edwin
Laksdya TNI Edwin merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-XXXVII/1991 dari Korps Pelaut (Penerbang). Sejak menyelesaikan pendidikan militernya, Edwin meniti karier yang cemerlang di lingkungan TNI Angkatan Laut. Dari data yang dihimpun, dia tercatat telah memegang berbagai posisi strategis sebelum diangkat sebagai Wakasal.
Dalam rentang kariernya, Edwin pernah menjabat sebagai Komandan Lantamal V/Surabaya pada 2018–2019, kemudian sebagai Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) pada 2019–2022. Setelah itu, pada 2022–2023 ia dipercaya memimpin Puspomal, markas besar polisi militer TNI AL, sebuah posisi penting dalam menjaga kedisiplinan prajurit AL.
Latar Belakang dan Pendidikan Militer Sang Perwira
Lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 2 Agustus 1969, Edwin tumbuh menjadi perwira tinggi (Pati) TNI AL dengan latar belakang pelatihan yang kuat di bidang penerbangan laut. Pendidikan di Akademi Angkatan Laut membuka jalan bagi berbagai kursus lanjutan, di antaranya brevet penerbang hingga instruktur di lingkungan militer.
Selain brevet penerbang, dia memiliki berbagai tanda kehormatan militer seperti Wing Penerbang TNI AU Kelas I, Brevet Manusia Katak Kopaska, dan brevet Kavaleri Korps Marinir Kelas I. Koleksi penghargaan ini mencerminkan kemampuan profesionalnya dalam berbagai bidang operasi dan pelatihan militer.
Jabatan Strategis yang Pernah Diemban Sebelum Wakasal
Posisi strategis lain yang dijalani Edwin sebelum menjadi Wakasal termasuk Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) pada 2023, dan selanjutnya menjabat Asisten Perencanaan Umum (Asrenum) Panglima TNI. Ia juga sempat dipercaya menjadi Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI sejak 2025 sebelum akhirnya diangkat menjadi Wakasal.
Karier seperti ini menunjukkan perjalanan panjang artis militer tersebut dalam menapaki peran-peran penting penunjang kesiapan Angkatan Laut dalam operasi, manajemen sumber daya, maupun aspek strategis pertahanan nasional.
Peran Baru Sebagai Wakasal dan Harapan ke Depan
Dengan pengangkatan sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Laksdya TNI Edwin kini berada di salah satu posisi teratas dalam struktur komando TNI Angkatan Laut. Posisi Wakasal menyiratkan peran sentral dalam menyokong Kepala Staf Angkatan Laut dalam pengambilan keputusan strategis, terutama terkait dukungan dan kesiapan operasional angkatan laut di berbagai wilayah.
Keputusan Panglima TNI ini juga mencerminkan kepercayaan tinggi terhadap kemampuan Edwin sebagai perwira yang laik mendampingi pimpinan tertinggi di matra laut. Pejabat ini diharapkan mampu menghadapi tantangan dinamika pertahanan negara di masa depan, di tengah perubahan cepat lanskap keamanan regional dan global.
Transformasi Kepemimpinan dalam TNI AL
Mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia selalu menjadi hal yang rutin, namun strategis. Pada periode mutasi awal Februari 2026, total terdapat perubahan posisi sejumlah perwira tinggi yang mencakup berbagai satuan, termasuk Angkatan Laut. Pengangkatan Edwin sebagai Wakasal menjadi bagian perubahan ini, menggantikan Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma yang dimutasi menjadi Wakil Gubernur Lemhannas RI.
Rotasi seperti ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan juga merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier yang bertujuan menyegarkan kapabilitas dan kompetensi di pucuk pimpinan militer. Hal tersebut penting untuk menjaga kesinambungan dan efektivitas kelembagaan TNI AL dalam menjalankan tugas pokoknya.