ANGKASA PURA

Kolaborasi Strategis ITDC-Angkasa Pura Perluas Serapan Tenaga Kerja Lokal Mandalika

Kolaborasi Strategis ITDC-Angkasa Pura Perluas Serapan Tenaga Kerja Lokal Mandalika

JAKARTA - Kolaborasi antara PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) dan PT Angkasa Pura Support (APS) kembali ditingkatkan guna memperkuat layanan operasional dan penyerapan tenaga kerja lokal di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kerja sama ini tidak sekadar formalitas semata, tetapi merupakan bagian dari komitmen bersama kedua entitas dalam menghadirkan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan membawa dampak positif sosial-ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kerjasama itu diperkuat melalui penandatanganan tiga perjanjian strategis pada 4 Februari 2026 yang dipimpin oleh Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, dan Plt. Direktur Operasi APS, Shintauli Tinambunan, di Hotel Pullman Lombok Mandalika Beach Resort. Ketiga kerja sama tersebut mencakup bidang operasional kawasan, pemeliharaan fasilitas, hingga penyediaan jasa pendukung lain yang penting bagi fungsi kawasan pariwisata berkelas dunia seperti Mandalika.

Penguatan Operasional dan Layanan Kawasan Mandalika

Dalam perjanjian yang ditandatangani, fokus utama sinergi antara ITDC dan APS adalah menjaga kualitas layanan dan kesiapan operasional The Mandalika. Kawasan ini selama beberapa tahun terakhir telah berkembang sebagai destinasi “sportainment” di Indonesia, khususnya setelah sukses menjadi tuan rumah ajang internasional seperti MotoGP.

Direktur Operasi ITDC Troy Warokka menegaskan bahwa kolaborasi tersebut bertujuan memastikan bahwa standar kebersihan, keamanan, kenyamanan, dan layanan keseluruhan kawasan terus terjaga meskipun aktivitas pariwisata meningkat. Warokka menambahkan bahwa sinergi juga mencerminkan bagaimana peran masyarakat lokal dapat diintegrasikan ke dalam ekosistem pengelolaan kawasan, sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi bagian aktif dari pengembangan destinasi.

Serapan Tenaga Kerja Lokal Meningkat Melalui Kesepakatan Baru

Salah satu dampak penting dari kerja sama ini adalah kesempatan kerja yang semakin besar bagi masyarakat desa penyangga KEK Mandalika. Melalui tiga perjanjian yang baru disepakati, sejumlah pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan landscape area, kebersihan common area, dan layanan operasional kantor berhasil menyerap 84 tenaga kerja lokal dari desa sekitar kawasan. Hal ini merupakan peningkatan dari periode sebelumnya dan menunjukkan arah yang lebih kuat dalam pemberdayaan SDM setempat.

Plt. Direktur Operasi APS, Shintauli Tinambunan, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjalankan kerja sama secara profesional dan berkelanjutan. Tinambunan menambahkan bahwa keterlibatan tenaga kerja lokal bukan hanya menjadi target kuantitatif, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial terhadap keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar. Dengan meningkatnya keterlibatan warga lokal dalam operasional kawasan, diharapkan ekonomi desa-desa penyangga juga mengalami dampak positif jangka panjang.

Sejarah dan Latar Belakang Kolaborasi

Kolaborasi antara ITDC dan APS bukan hal baru. Kerja sama ini sudah dimulai sejak 2022, terutama dalam mendukung penyelenggaraan ajang besar seperti MotoGP. APS menjadi mitra dalam penyediaan jasa pengamanan kawasan, termasuk fase official test dan event utama di Moment Mandalika International Street Circuit. Kerja sama itu terus berlanjut hingga 2025, mencakup pengamanan kawasan, pekerjaan mekanikal, elektrikal, plumbing, sipil, cleaning service, serta waste management.

Dengan landasan pengalaman kolaborasi tersebut, kesepakatan pada awal 2026 dianggap sebagai bentuk kesinambungan kerja bersama yang tidak hanya fokus pada kegiatan event, tetapi lebih luas pada pengelolaan sehari-hari kawasan Mandalika sebagai destinasi pariwisata yang berkembang pesat.

Dampak Sosial-Ekonomi dan Prospek Ke Depan

Keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pengelolaan KEK Mandalika dinilai sangat penting, tidak hanya dari sisi operasional, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat setempat. Dengan melibatkan warga desa penyangga dalam berbagai posisi, baik dalam pemeliharaan fasilitas maupun layanan operasional, peluang peningkatan kesejahteraan kerja dan stabilitas ekonomi lokal semakin terlihat.

Lebih jauh lagi, serapan tenaga kerja ini sejalan dengan program pelatihan dan pengembangan SDM lokal yang sejak beberapa tahun terakhir dilakukan oleh ITDC bersama mitra lainnya. Misalnya, pelatihan hospitality house yang pernah digelar oleh ITDC dan PT Angkasa Pura I bertujuan memperkuat kompetensi masyarakat lokal dalam industri perhotelan dan pariwisata.

Dengan sinergi yang berkelanjutan, kawasan Mandalika tidak hanya dapat menjadi destinasi unggulan tingkat global, tetapi juga wadah untuk membuka ruang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat. Kerja sama yang berkelanjutan diharapkan dapat terus mengakselerasi penyerapan tenaga lokal serta memperkuat daya saing mereka dalam industri pariwisata dan layanan jasa.

Sinergi Berkelanjutan untuk Kemandirian Lokal

Kolaborasi ITDC dan PT Angkasa Pura Support dalam memperkuat operasional dan serapan tenaga kerja lokal di KEK Mandalika mencerminkan strategi pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Kerja sama ini tidak hanya memberikan peluang kerja nyata bagi warga desa sekitar, tetapi juga memperluas peran masyarakat dalam pengelolaan kawasan wisata bertaraf internasional.

Dengan momentum ini, kawasan Mandalika diposisikan tidak hanya sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan ekonomi lokal dalam jangka panjang — sebuah konsep pembangunan yang berpijak pada sinergi antara korporasi, pemerintah, dan masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index