JAKARTA — Dalam upaya memperkuat kualitas pelayanan kesehatan nasional dan menjawab tantangan akses kesehatan yang merata di seluruh pelosok Nusantara, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk memastikan fasilitas rumah sakit di Indonesia bergerak menuju standar global. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, menggambarkan arah transformasi layanan kesehatan yang tidak hanya meningkatkan kualitas, tetapi juga daya saing rumah sakit Indonesia secara internasional.
Transformasi ini menjadi landasan kebijakan Kemenkes dalam memperbaiki layanan rumah sakit pemerintah di berbagai tingkatan. Arah kebijakan ini mencerminkan kebutuhan mendasar untuk menguatkan infrastruktur, sumber daya manusia medis, dan sistem layanan kesehatan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat tanpa harus bergantung pada fasilitas di luar negeri. Fokusnya tidak hanya pada pembangunan gedung, tetapi juga pada peningkatan operasional dan standar pelayanan pasien.
Konteks Kebutuhan Standar Global di Rumah Sakit Indonesia
Selama bertahun-tahun, sistem kesehatan Indonesia melakukan berbagai upaya untuk membangun layanan kesehatan berkualitas. Salah satu program penting adalah Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang ditargetkan untuk diterapkan di ribuan rumah sakit nasional. Berdasarkan data Kemenkes, dari sekitar 3.176 rumah sakit di Indonesia, lebih dari 3.000 rumah sakit ditargetkan mengimplementasikan KRIS paling lambat Juni 2025. Program ini merupakan turunan dari Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan, yang menetapkan 12 kriteria standar layanan rawat inap, termasuk kualitas bangunan, pencahayaan, kamar mandi dalam, temperatur ruangan, hingga instalasi oksigen.
Kemajuan nyata juga terlihat dalam realisasi penerapan KRIS tersebut. Dari total rumah sakit yang menjadi target, sejumlah besar telah memenuhi berbagai kriteria standar yang ditetapkan, menunjukkan bahwa transformasi layanan sudah berjalan di banyak fasilitas kesehatan.
Langkah Strategis Menuju Standar Global
Untuk menjadikan fasilitas rumah sakit Indonesia setara dengan standar internasional, pendekatan yang diambil oleh Kemenkes tidak bersifat satu dimensi. Ada berbagai rencana dan program yang dirancang untuk mencakup seluruh aspek layanan kesehatan, baik infrastruktur maupun sumber daya manusia. Upaya itu meliputi:
1. Peningkatan Infrastruktur Rumah Sakit
Pemerintah tidak hanya membangun rumah sakit baru, tetapi juga melakukan revitalisasi fasilitas lama agar lebih modern dan efisien. Proyek-proyek besar seperti rumah sakit vertikal di beberapa kota strategis menjadi bagian dari strategi. Rumah sakit dengan desain modern dan layanan spesialis yang lengkap diharapkan mampu bersaing secara regional dan internasional.
2. Peralatan Medis Canggih dan Layanan Khusus
Salah satu indikator penting standar global adalah ketersediaan peralatan medis mutakhir di rumah sakit. Alat-alat seperti PET-Scan, teknologi bedah minimal invasif, dan sistem diagnostik lengkap menjadi bagian dari peningkatan layanan rumah sakit di Indonesia. Fasilitas semacam ini memungkinkan pasien mendapatkan layanan yang setara dengan fasilitas di luar negeri, sehingga mengurangi kebutuhan pasien untuk berobat ke luar negeri.
3. Penguatan SDM Medis
Transformasi layanan kesehatan juga membutuhkan tenaga medis yang kompeten dan berstandar internasional. Program pelatihan dokter spesialis lokal, termasuk kerja sama dengan institusi pendidikan dan lembaga internasional, menjadi fondasi penting dalam upaya meningkatkan kualitas layanan rumah sakit. Pendekatan ini ditujukan untuk memastikan dokter dan tenaga medis lain mampu menjalankan prosedur medis kompleks sesuai standar global.
4. Kerja Sama Internasional dan Akreditasi
Bukan hanya penguatan domestik, tetapi Kemenkes juga mendorong rumah sakit Indonesia untuk mengikuti proses akreditasi internasional melalui lembaga seperti Joint Commission International (JCI). Akreditasi semacam ini merupakan pengakuan global atas kualitas layanan rumah sakit dan menjadi tolok ukur kemampuan fasilitas kesehatan bersaing di kancah internasional.
Dampak Pada Akses Pelayanan di Daerah Terpencil
Pentingnya standar global di rumah sakit tidak hanya relevan di kota-kota besar, tetapi juga di wilayah-wilayah terpencil dan pedalaman Indonesia. Selama ini, kesenjangan akses kesehatan sering kali menjadi masalah utama.
Dengan memperkuat layanan rawat inap standar dan menghadirkan fasilitas medis lengkap di berbagai kabupaten/kota, Kemenkes berharap pasien dari daerah yang selama ini kesulitan mengakses layanan lanjutan dapat dilayani secara efektif. Tidak hanya mengurangi biaya transportasi yang tinggi, tetapi juga mengurangi waktu rujukan dan risiko kesehatan akibat keterlambatan penanganan.
Upaya ini juga sejalan dengan strategi pemerataan kesehatan nasional yang digariskan dalam kerangka transformasi layanan kesehatan, di mana rumah sakit di daerah dapat memberikan layanan diagnostik, terapetik, hingga rehabilitatif secara komprehensif.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski berbagai langkah telah diambil, tantangan masih ada terutama dalam hal pembiayaan, distribusi tenaga medis, dan implementasi standar secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Belum semua rumah sakit memiliki sumber daya dan kesiapan infrastruktur yang sama, sehingga dibutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, daerah, serta sektor kesehatan swasta untuk mencapai target standar global tersebut.
Namun, melihat percepatan rumah sakit dalam memenuhi kriteria KRIS dan pembangunan fasilitas medis baru, prospek transformasi layanan kesehatan nasional menunjukkan arah positif. Dengan komitmen tinggi dari Kemenkes dan dukungan berbagai pihak, Indonesia terus bergerak menuju sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi, setara global, dan mampu menjawab kebutuhan seluruh rakyat Indonesia.