Jasa Marga Targetkan 700 Gerbang Tol Nirsentuh Beroperasi Tahun 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 12:49:08 WIB
Jasa Marga Targetkan 700 Gerbang Tol Nirsentuh Beroperasi Tahun 2026

JAKARTA - Digitalisasi layanan jalan tol di Indonesia memasuki babak baru. 

PT Jasa Marga (Persero) Tbk menargetkan sebanyak 700 gerbang tol nirsentuh atau tanpa transaksi tap kartu dapat beroperasi penuh pada 2026. 

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi layanan berbasis teknologi yang bertujuan meningkatkan kelancaran lalu lintas, meminimalkan antrean, serta memberi pengalaman berkendara yang lebih efisien bagi pengguna jalan tol.

Inovasi ini diwujudkan melalui aplikasi Travoy dengan fitur unggulan Travoy Go. Dengan teknologi tersebut, pengendara tidak lagi diwajibkan berhenti atau menempelkan kartu uang elektronik (e-toll) di gerbang tol. Kendaraan cukup melintas dengan kecepatan tertentu, dan sistem akan memproses transaksi secara otomatis. 

Jasa Marga menilai skema ini sejalan dengan kebutuhan mobilitas modern yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan kenyamanan.

Target Bertahap Dimulai dari Wilayah Jakarta dan Sekitarnya

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantoro, mengungkapkan bahwa hingga awal 2026, sudah terdapat 97 gerbang tol nirsentuh yang beroperasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Jumlah tersebut menjadi fondasi awal menuju target besar 700 gerbang tol nirsentuh secara nasional.

“Saat ini di Jakarta ada 97 gate nirhenti, di tahun ini akan kita tambahkan 700 gate nirhenti. Jadi nanti ada kombinasi yang sebagian besar adalah tanpa harus tap, cukup lewat dengan kecepatan 20 kilometer per jam sudah bisa melakukan pembukaan secara otomatis menggunakan Travoy Go,” ucapnya.

Menurut Rivan, pengembangan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, sistem teknologi, serta kesiapan pengguna. Ke depan, gerbang tol konvensional dan nirsentuh akan berjalan berdampingan, sebelum sistem tanpa henti menjadi dominan di berbagai ruas strategis.

Teknologi RFID Jadi Kunci Transaksi Tol Tanpa Sentuh

Layanan transaksi tol tanpa henti ini didukung teknologi Radio Frequency Identification (RFID) yang telah lama dikembangkan Jasa Marga. Pengendara yang ingin menikmati layanan Travoy Go diwajibkan memasang stiker RFID pada kendaraan dan mengaktifkan fitur tersebut melalui aplikasi Travoy.

Saat kendaraan melintas di gerbang tol dengan kecepatan sekitar 20 kilometer per jam, sistem akan membaca stiker RFID secara otomatis. Palang tol terbuka tanpa perlu tap kartu, dan saldo e-toll pengguna langsung terpotong sesuai tarif ruas tol yang dilalui.

Stiker RFID sendiri bukan teknologi baru bagi Jasa Marga. Fitur ini telah diperkenalkan sejak 2017 melalui aplikasi Let It Flo dan sempat diuji coba secara terbatas pada 2020–2021. 

Kini, teknologi tersebut diintegrasikan secara penuh ke dalam aplikasi Travoy sebagai pengembangan dari platform sebelumnya, sehingga lebih mudah diakses dan digunakan oleh masyarakat luas.

Travoy Dikembangkan Jadi Asisten Perjalanan Pengguna Tol

Tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi pembayaran tol, aplikasi Travoy juga dikembangkan sebagai asisten perjalanan bagi pengguna jalan tol. Jasa Marga membekali aplikasi ini dengan fitur pemantauan kondisi lalu lintas secara real time di seluruh ruas tol Jasa Marga Group.

Informasi kepadatan lalu lintas yang ditampilkan berasal dari teknologi radar dan sekitar 3.500 kamera CCTV yang terpasang di berbagai titik strategis. Data ini dinilai lebih akurat karena menampilkan kondisi lapangan secara langsung, bukan hanya berdasarkan pergerakan ponsel pengguna.

“Kepadatan jalan ini bukan dilihat dari berapa yang lewat dengan menggunakan ponsel, tapi betul-betul pure dilihat dengan menggunakan radar maupun 3.500 kamera. Jadi validasinya adalah persis saat dilihat secara live,” ucap Rivan.

Selain informasi lalu lintas, Travoy juga menyediakan data pendukung perjalanan, mulai dari lokasi rest area, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), hingga titik rawan kecelakaan atau black spot yang direncanakan diluncurkan menjelang periode Lebaran.

Imbauan Saldo E-Toll dan Manfaat Jangka Panjang Digitalisasi Tol

Seiring penerapan gerbang tol nirsentuh, Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum melakukan perjalanan. Meskipun tidak perlu tap kartu, transaksi tetap bergantung pada saldo e-toll yang terhubung dengan aplikasi Travoy.

Menurut Jasa Marga, sistem tanpa henti ini memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi pengguna jalan maupun operator tol. Dari sisi pengguna, waktu tempuh menjadi lebih singkat karena tidak ada antrean panjang di gerbang tol. 

Sementara dari sisi operator, sistem ini meningkatkan efisiensi pengelolaan lalu lintas dan mengurangi potensi kemacetan, terutama pada periode padat seperti libur panjang dan arus mudik Lebaran.

“Ini penting bagi para masyarakat agar pada saat melakukan perjalanan untuk memastikan bahwa ketika melewati daerah yang rawan lebih berhati-hati,” imbuh Rivan.

Dengan target 700 gerbang tol nirsentuh pada 2026, Jasa Marga optimistis digitalisasi layanan tol akan menjadi standar baru transportasi jalan raya di Indonesia, sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan mobilitas masyarakat modern.

Terkini