Kemendag

Kemendag Tingkatkan Program Prioritas untuk Pasar Domestik Ekspor

Kemendag Tingkatkan Program Prioritas untuk Pasar Domestik Ekspor
Kemendag Tingkatkan Program Prioritas untuk Pasar Domestik Ekspor

JAKARTA - Perdagangan nasional Indonesia menghadapi dinamika yang semakin kompleks di tengah gejolak pasar global. 

Kementerian Perdagangan (Kemendag) tidak tinggal diam, dengan menyiapkan berbagai program prioritas guna mengoptimalkan daya saing produk dalam negeri sekaligus memperluas pangsa pasar ekspor. 

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pentingnya strategi terpadu yang menyeimbangkan penguatan pasar domestik dan ekspor, demi menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam situasi di mana tantangan perdagangan global semakin beragam, Kemendag berfokus pada peningkatan kapasitas produk lokal agar mampu bersaing dan mendominasi pasar dalam negeri. 

Program ini menjadi fondasi penting untuk menekan laju impor dan memperkokoh posisi produk nasional di tengah persaingan yang semakin ketat.

Meningkatkan Daya Saing Produk Lokal dan UMKM

Penguatan produk lokal menjadi salah satu program utama Kemendag. Upaya ini mencakup berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperbaiki kualitas, inovasi, dan pemasaran produk dalam negeri agar lebih kompetitif di pasar nasional. 

Salah satu fokus utama adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang saat ini telah berhasil mengisi sekitar 80 persen rak di ritel modern nasional.

Kemendag aktif memfasilitasi UMKM agar dapat menembus segmen ritel modern melalui penjajakan bisnis dan pelatihan pemasaran. 

Inisiatif ini menunjukkan kemajuan signifikan, mengingat sebelumnya tantangan akses pasar menjadi hambatan utama bagi banyak UMKM. Dengan dukungan pemerintah, produk-produk UMKM semakin dikenal dan diminati konsumen dalam negeri.

Untuk mendorong konsumsi produk lokal, Kemendag juga menjalankan program belanja nasional yang masif, seperti Every Purchase Is Cheap (EPIC) Sale, Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Great Sale Indonesia 2025. 

Sepanjang 2025, program-program ini mencatatkan transaksi yang fantastis, yakni Rp55 triliun, Rp36,4 triliun, dan Rp31 triliun secara berurutan. Angka ini mencerminkan antusiasme masyarakat yang kian tinggi untuk membeli produk dalam negeri.

Perluasan Akses Pasar Ekspor Melalui Perjanjian Dagang

Selain menggenjot pasar domestik, Kemendag juga berkomitmen memperkuat kinerja perdagangan luar negeri dengan memperluas akses pasar ekspor. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah penyelesaian berbagai perjanjian perdagangan bilateral dan multilateral. 

Sepanjang 2025, lima perjanjian dagang besar berhasil dituntaskan, yakni Indonesia-Uni Eropa CEPA, Indonesia-Kanada CEPA, Indonesia-Peru CEPA, Indonesia-Eurasian Economic Union FTA, dan Indonesia-Tunisia Preferential Trade Agreement.

Pencapaian ini melengkapi portofolio Indonesia yang sudah mengimplementasikan 20 perjanjian dagang. Selain itu, terdapat 15 perjanjian lain dalam proses ratifikasi dan 11 perjanjian sedang dalam tahap perundingan. 

Dengan jaringan perjanjian yang luas, Kemendag optimistis dapat membuka peluang pasar ekspor baru serta memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional.

Fasilitasi Ekspor UMKM Melalui Dukungan Perwakilan Dagang RI

Dalam mengangkat sektor ekspor, Kemendag tidak hanya membidik perusahaan besar. Menteri Budi menegaskan bahwa pelaku usaha menengah dan kecil juga perlu mendapat perhatian serius agar bisa menembus pasar global. 

Program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor menjadi salah satu upaya konkret untuk mendukung hal ini.

Dukungan diberikan melalui 46 perwakilan dagang RI yang tersebar di 33 negara, memudahkan pelaku UMKM melakukan business matching dan menembus pasar internasional. 

Sepanjang 2025, program BISA Ekspor telah memfasilitasi lebih dari 1.200 pelaku usaha, dengan total transaksi mencapai 134,87 juta dolar AS. Angka ini menandakan potensi besar UMKM dalam berkontribusi pada ekspor nasional.

Sinergi Program Kemendag untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Secara keseluruhan, program prioritas Kemendag merupakan upaya terpadu yang melibatkan penguatan pasar domestik dan ekspor guna menghadapi tantangan perdagangan global yang semakin dinamis. 

Peningkatan daya saing produk lokal, pemberdayaan UMKM, serta ekspansi akses pasar luar negeri menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Menteri Budi Santoso optimis dengan berbagai program yang telah berjalan dan sedang dirancang, Indonesia mampu menghadapi persaingan global sekaligus memperkokoh pasar dalam negeri. 

Keberhasilan ini tidak hanya akan meningkatkan kinerja perdagangan, tetapi juga mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan sektor usaha kecil dan menengah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index