FILM

Rekomendasi 5 Film Islami yang Tepat Ditonton Saat Ngabuburit di Bulan Ramadan

Rekomendasi 5 Film Islami yang Tepat Ditonton Saat Ngabuburit di Bulan Ramadan
Rekomendasi 5 Film Islami yang Tepat Ditonton Saat Ngabuburit di Bulan Ramadan

JAKARTA - Ramadan tidak hanya menjadi bulan untuk memperdalam ibadah dan menahan lapar, tetapi juga momentum tepat untuk mengisi waktu ngabuburit dengan tontonan yang sarat makna. Sebagian besar film yang layak menjadi pilihan selama bulan suci ini adalah karya-karya yang mengusung nilai-nilai Islami dan bisa dinikmati oleh berbagai kalangan keluarga.

Assalamualaikum Calon Imam (2018)

Film ini mengisahkan tentang perjalanan Nafisya, diperankan oleh Natasha Rizki, seorang perempuan yang sejak kecil menyimpan cinta kepada Jidan (Andi Arsyil). Namun tragedi masa lalu membuat Nafisya kehilangan kepercayaan terhadap laki-laki. Kisah cintanya yang tanpa balasan kepada Jidan berubah menjadi perjalanan hidup yang tak terduga ketika ia bertemu dengan pria misterius seusai sebuah kecelakaan. Peristiwa tersebut menandai awal dari sentuhan baru dalam hidupnya yang sarat dengan harapan, kejutan dan nilai-nilai Islami yang kuat. Film ini menawarkan refleksi atas bagaimana takdir bisa mempertemukan dua insan dengan cara yang tak terduga sekaligus menghadirkan pesan tentang harapan dan keteguhan hati saat menghadapi cobaan.

Pesantren (2022)

Berbeda dari film cerita fiksi, Pesantren merupakan film dokumenter yang merekam kegiatan sehari-hari para santri di Pondok Kebon Jambu Al-Islamy, Cirebon. Lewat karya ini, penonton dibawa lebih dekat melihat kehidupan di pesantren yang penuh kedisiplinan, kerja keras, persahabatan dan kebersamaan. Kehidupan para santri yang dipenuhi rutinitas pendidikan agama, ibadah, hingga interaksi sesama santri memberikan sudut pandang yang hangat tentang realitas kehidupan pesantren dan nilai-nilai Islam yang dijalankan. Film ini cocok bagi yang ingin memahami lebih jauh bagaimana pesantren membentuk karakter dan kebiasaan positif, terutama di bulan Ramadan ketika nilai-nilai tersebut sering menjadi fokus ibadah umat Muslim.

99 Nama Cinta (2019)

Kisah dalam film ini memadukan romansa ringan dengan ajaran-ajaran Islam secara elegan. Tokoh utama, Talia (Acha Septriasa), seorang presenter sukses yang hidupnya berubah ketika diminta oleh ayahnya yang sudah meninggal untuk belajar lebih dalam mengenai ajaran Islam dari Kiblat, seorang ustadz yang diperankan oleh Deva Mahenra. Hubungan mereka berkembang dari awalnya biasa saja menjadi hubungan yang penuh tantangan ketika Kiblat dijodohkan dengan Husna, seorang guru pesantren yang baik hati. Film ini tidak hanya menampilkan romansa tetapi juga memberikan pelajaran tentang nilai-nilai cinta yang sejati, tanggung jawab dan bagaimana ajaran Islam memengaruhi hubungan dua insan.

Cahaya Cinta Pesantren (2016)

Cahaya Cinta Pesantren* menyuguhkan cerita yang cocok bagi mereka yang membutuhkan motivasi soal proses adaptasi dan perjuangan. Shila, diperankan oleh Yuki Kato, adalah seorang gadis sederhana yang terpaksa bersekolah di pesantren setelah gagal masuk SMA favorit. Awalnya Shila mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan aturan yang ketat dan lingkungan baru yang berbeda jauh dari kehidupan sebelumnya. Namun seiring berjalannya waktu, ia menemukan makna hidup sebagai santri melalui pembelajaran, persahabatan dan pengalaman penuh inspirasi di lingkungan pesantren tersebut. Cerita ini menggambarkan perjuangan personal yang diwarnai oleh perubahan sikap, rasa saling menghargai, serta pemahaman lebih dalam tentang nilai-nilai Islam yang mendalam.

Tuhan Minta Duit (2022)

Berbeda dari empat film tadi yang fokus pada cerita kehidupan sehari-hari atau kisah cinta dalam konteks Islami, Tuhan Minta Duit menyuguhkan alur yang unik dan menyentuh tentang dinamika antara iman, kejujuran dan pilihan hidup. Film ini berkisah tentang Adi, seorang anak yang hidup dalam kesederhanaan dan harus merawat neneknya sambil memperbaiki rumah mereka yang hampir roboh. Suatu hari, Adi menemukan sebuah tas berisi uang ratusan juta yang mengubah kehidupan mereka selamanya. Namun uang tersebut membawa dilema besar yang menguji iman dan kejujuran Adi serta hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya. Kisah ini menjadi refleksi yang kuat tentang bagaimana godaan duniawi dapat menantang nilai moral yang selama ini diyakini.

Refleksi Hiburan dan Nilai Ramadan

Menonton film selama bulan Ramadan bisa menjadi aktivitas yang bukan hanya menghibur tetapi juga memperkaya batin dan memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai Islam. Setiap film yang direkomendasikan di atas memiliki kekuatan masing-masing dalam menyampaikan pesan keagamaan, kehidupan sosial dan hubungan antar manusia. Dari cinta yang tulus, kehidupan pesantren, hingga pertarungan batin antara godaan duniawi dan kejujuran, film-film ini bisa menjadi alternatif hiburan yang mendidik selama menunggu waktu berbuka atau saat ngabuburit bersama keluarga dan sahabat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index