JAKARTA - Menjelang bulan Ramadhan 1447 Hijriyah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperkuat komitmen sosialnya dengan menyalurkan bantuan Paket Logistik Keluarga (PLK) dan santunan kepada masyarakat prasejahtera di Kota Tangerang, Banten.
Program ini difokuskan pada kelompok warga yang rentan secara ekonomi, termasuk pekerja informal yang memiliki penghasilan tidak tetap dan kondisi hidup yang kurang layak.
Saidah Sakwan, Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan perlindungan sosial terhadap warga yang terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dan Lebaran.
“Distribusi bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi kenaikan biaya hidup, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan khusyuk,” ujar Saidah.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Baznas menjawab kebutuhan nyata masyarakat prasejahtera melalui zakat yang dikelola secara profesional.
Paket Logistik Keluarga, Lebih dari Sekadar Bantuan Sembako
Paket Logistik Keluarga (PLK) yang disalurkan Baznas bukan hanya sekadar sembako biasa. Paket ini disiapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan pokok harian keluarga agar penerima bantuan tetap memiliki asupan makanan yang cukup dan bergizi.
Menurut Saidah, tujuan pemberian PLK adalah memastikan keluarga prasejahtera tidak khawatir soal makanan saat puasa. Dengan begitu, masyarakat dapat fokus menjalankan ibadah tanpa tekanan ekonomi yang membebani pikiran.
“PLK ini bukan sekadar paket sembako, tapi wujud nyata kepedulian masyarakat melalui zakat yang ditunaikan oleh para muzaki. Bantuan ini diharapkan menjawab kebutuhan pokok bagi mereka yang berpendapatan rendah,” lanjutnya.
Dalam pendistribusian, Baznas menekankan ketepatan sasaran. Setiap calon penerima dibantu melalui proses pendataan dan verifikasi yang cermat, sehingga bantuan benar-benar sampai kepada keluarga yang membutuhkan.
Fokus pada Pekerja Informal dan Pendapatan Tidak Tetap
Penerima manfaat utama dari program ini adalah pekerja informal seperti pedagang kaki lima, buruh cuci, tukang setrika, dan pekerja rumah tangga lainnya. Kelompok ini sering kali menghadapi pendapatan harian yang fluktuatif, sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
Salah satu penerima manfaat, Yuyun, warga Kecamatan Benda yang bekerja sebagai buruh cuci dan setrika, mengatakan bantuan dari Baznas sangat berarti bagi keluarganya.
“Bantuan ini sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama menjelang Ramadhan. Biasanya saya harus memikirkan uang untuk kebutuhan pokok setiap hari, sekarang lebih ringan,” ujarnya.
Selain itu, Ibu Lina, pedagang nasi pagi di Ciledug, juga menerima paket logistik. Ia mengaku PLK yang diterimanya membantu mengurangi tekanan ekonomi dan memungkinkan ia fokus menjalankan usahanya.
“Dengan bantuan ini, saya bisa menyiapkan makanan untuk keluarga dan tetap menjalankan usaha tanpa terlalu khawatir soal modal untuk beli bahan pokok,” kata Ibu Lina.
Strategi Baznas Menjangkau Mustahik Tepat Sasaran
Baznas menekankan bahwa kualitas pendistribusian sama pentingnya dengan jumlah paket yang dibagikan. Setiap penerima bantuan diverifikasi dengan teliti agar bantuan tepat sasaran.
Hal ini penting agar dana zakat yang dihimpun benar-benar memberikan dampak maksimal bagi mustahik, terutama menjelang momentum Ramadhan yang identik dengan kebutuhan pokok meningkat.
Menurut Saidah, pendataan dilakukan tidak hanya melalui data administrasi, tetapi juga melalui kunjungan lapangan untuk melihat kondisi ekonomi nyata keluarga penerima. Hal ini memastikan bantuan tidak salah alamat dan menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.
Selain memastikan kebutuhan pokok tercukupi, Baznas juga berupaya memberikan edukasi dan bimbingan terkait pemanfaatan zakat secara produktif. Dengan demikian, bantuan tidak sekadar konsumtif, tetapi juga dapat mendukung ketahanan ekonomi keluarga dalam jangka panjang.
Dampak Sosial Bantuan Baznas di Kota Tangerang
Program PLK Baznas di Kota Tangerang menunjukkan bahwa pendayagunaan zakat secara tepat dapat meringankan beban masyarakat yang menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok. Bantuan ini bukan hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan spiritual dan sosial masyarakat.
Dengan adanya bantuan, masyarakat prasejahtera dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman dan fokus, sementara anak-anak dan anggota keluarga lain tetap memiliki akses terhadap makanan bergizi.
Saidah menegaskan bahwa zakat dari para muzaki diharapkan menjadi solusi nyata terhadap kesenjangan sosial. “Bantuan ini adalah wujud nyata kepedulian bersama, agar masyarakat prasejahtera tidak terbebani biaya hidup dan tetap bisa merayakan Ramadhan dengan khusyuk,” tuturnya.
Langkah ini juga memperkuat peran Baznas sebagai lembaga pendayagunaan zakat yang profesional, transparan, dan tepat sasaran.
Dampak positifnya tidak hanya dirasakan langsung oleh penerima, tetapi juga memberi contoh bagi masyarakat luas mengenai pentingnya solidaritas sosial dan filantropi berbasis zakat.
Melalui distribusi Paket Logistik Keluarga dan santunan, Baznas memastikan bahwa keluarga prasejahtera tetap terlayani dan dibantu di momentum yang penuh berkah, sekaligus meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya partisipasi dalam program zakat nasional.